Milad 50 Tahun UMM
Universitas Muhammadiyah Malang
Milad 50 Tahun UMM
Universitas Muhammadiyah Malang

Milad Emas, UMM Jadi Kawasan Bebas Rokok

Author : Administrator | Jum'at, 21 Maret 2014 16:14 WIB

MENANDAI ulang tahun (Milad) yang ke-50, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan menjadikan kampusnya sebagai kawasan Green and Clean. Setelah tahun lalu dimulai gerakan bersepeda sehingga kampus bebas kendaraan bermotor, kali ini UMM mulai melarang semua warganya merokok di dalam kampus.

     Tak lama lagi kawasan bebas rokok di UMM ini diterapkan menyusul Surat Keputusan rektor nomor 54 tahun 2014 tentang larangan merokok di kawasan kampus UMM, yang diterbitkan tanggal12 Maret lalu. “SK itu segera ditindaklanjuti dengan sosialisasi melalui berbagai media, baik spanduk,poster dan lainnya. Puncaknya, Minggu 30 Maret nanti akan digelar jalan sehat Milad Emas UMM dengan mengusung tema gerakan Green and Clean itu,” terang kepala Humas UMM, Nasrullah.

     Menurut Surat Keputusan itu kawasan bebas rokok diberlakukan pada mahasiswa, dosen dan karyawan. Kawasan yang dimaksud meliputi seluruh ruang perkantoran, perpustakaan, ruang kelas, lorong kelas, masjid, laboratorium, ruang pertemuan, UMM Dome serta halaman dan tempat lain di lingkungan UMM.

     Dalam surat itu juga diatur sanksi bagi yang melanggar. “Bentuk sanksinya bisa berupa teguran, peringatan hingga tindakan dari pimpinan yang bertanggung jawab sesuai dengan bidangnya,” kata rektor UMM, Muhadjir Effendy.

     Sosialisasi ketentuan ini segera dilakukan secara massal. Setelah tahun lalu dibuka dengan bersepeda bersama yang menandai kampus bebas asap kendaraan bermotor, dalam waktu dekat akan dipasang berbagai rambu dilarang merokok.

      “Kampus harus menjadi kawasan yang segar, sehat dan menyenangkan sehingga perlu dikondisikan dengan upaya yang serius. Dengan program ini diharapkan setidaknya ada sedikit kawasan di kota Malang ini yang masih steril dari polusi asap,” kata rektor pada peresmian Green and Clean, beberapa waktu lalu.

     Seperti diketahui, UMM sudah menyediakan 350 sepeda pancal untuk mendukung gerakan ini. Sementara tempat parkir yang berada di sisi luar area akademik juga sedang disiapkan sebagai tempat parkir semua kendaraan bermotor. Nantinya, semua warga kampus harus bersepeda atau jalan kaki menuju tempat kuliah atau kerja. Untuk sementara parkir mobil masih tersedia di helipad hingga kawasan parkir permanen selesai dibangun.

     Gerakan bebas asap kendaraan bermotor dan rokok disambut baik mahasiswa. Johan, misalnya, merasa lebih nyaman dengan kampus yang segar dan asri. Selain itu, budaya merokok di sembarang tempat juga agar terkikis pelan-pelan. “Sering teman-teman merokok gak tau tempat. Udah gitu naruh puntung rokok juga sembarangan. Baunya menyengat,” kata tenaga paruh waktu di Kantor Urusan Internasional (IRO) itu. Namun dia tetap berharap kampus menyediakan area khusus untuk para perokok karena merupakan hak setiap individu untuk memperolehnya. (nas)

Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image