Milad 50 Tahun UMM
Universitas Muhammadiyah Malang
Milad 50 Tahun UMM
Universitas Muhammadiyah Malang

50 Tahun UMM: Dedikasi Muhammadiyah untuk Bangsa

Author : Administrator | Jum'at, 21 Maret 2014 14:51 WIB

TAHUN ini Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) genap berusia 50 tahun. Kampus yang jarang menggelar acara Dies Natalis ini berencana memperingati momentum Milad Emas ini dengan berbagai kegiatan mulai berskala internal, nasional hingga internasional.

     Berdiri tahun 1964, UMM merupakan kampus swasta di Jawa Timur yang sangat diperhitungkan. Di bawah kepemimpinan rektor Muhadjir Effendy, dalam waktu enam tahun berturut-turut, kampus ini memperoleh Anugerah Kampus Unggul (AKU) sebagai universitas paling unggul se-Kopertis VII. Tak hanya di jajaran kampus swasta, tahun lalu UMM juga memperoleh nilai Akreditasi Institusi “A” dari BAN-PT bersama-sama UI, ITB, UGM, IPB dan Unhas, serta UMY dan UII.  Tak heran keperayaan masyarakat yang ditunjukkan melalui antusiasmenya menjadi mahasiswa UMM dari tahun ke tahun juga meningkat. Tak sedikit yang menjadikannya UMM sebagai pilihan utama dan pertama calon mahasiswa.

     Rektor menegaskan, prioritas pada kualitas pendidikan tak akan luntur meski telah memperoleh pengakuan tertinggi itu. Baginya, tak ada pilihan lain selain berorientasi kepada kualitas, sebab masyarakat sudah semakin cerdas memilih perguruan tinggi, bukan karena negeri atau swasta tapi karena kualitasnya.

     Untuk memastikan kualitasnya, UMM memberi prioritas pada pembinaan karakter dan kepemimpinan mahasiswa sebagai softskill di samping hardskill di bangku kuliah. Di kampus yang majemuk itu, kata rektor, mahasiswa dilatih disiplin, jujur, bekerja keras, kompetitif, tetapi juga toleran dan hidup harmonis di tengah-tengah perbedaan.

      “Kampus ini berisi mahasiswa dari seluruh Nusantara bahkan manca negara. Oleh karenanya penekanan pada karakter kebangsaan menjadi perhatian kami agar mereka menjadi kader bangsa yang berjiwa nasionalisme tinggi,” ungkap Muhadjir tentang tagline ‘UMM dari Muhammadiyah untuk Bangsa’.

     Di bawah kepemimpinan Muhadjir, UMM mengalami kemajuan pesat. Pertumbuhan jumlah Program Studi yang kini mencapai 3 Program Diploma III, 37 Program Sarjana, 8 Program Magister dan 2 Program Doktoral, dan 4 Program Profesi. Kecuali yang baru berdiri, semua Prodi telah terakreditasi BAN-PT.

     Di sisi lain, ekspansi bisnis kampus juga meluas sebagai bagian dari profit center sekaligus laboratorium lapangan serta membangun iklim kewirausahaan. UMM telah memiliki hotel UMM Inn, gedung pertunjukan UMM Dome, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), asrama mahasiswa, bengkel otomotif,  klinik dan apotek, Rumah Sakit UMM, UMM Bookstore, pusat pertanian dan peternakan organik (UMM farm), hingga SPBU dan sebuah taman wisata Taman Rekreasi Sengkaling.

      “Itulah sebabnya biaya mahasiswa dapat ditekan karena memperoleh subsidi dari income center tersebut, baik secara langsung maupun melaui beasiswa. Sehingga apa yang diperoleh mahasiswa, jauh lebih banyak daripada yang dibayarkan,” lanjut rektor.

     Dilihat dari skema beasiswa yang ditawarkan, mulai dari beasiswa yatim dan dhuafa, beasiswa kader Muhammadiyah, beasiswa siswa berprestasi, hingga beasiswa pertukaran mahasiswa ke Eropa dan Australia, nampak sekali UMM ingin membantu akses warga negara yang kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas. Tak heran prestasi mahasiswa yang diwajibkan menguasai bahasa Inggris atau Arab dan ikut berorganisasi, ini menonjol. “Banyak orang menyebut, UMM telah memberikan dedikasinya untuk bangsa, dalam hal mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut membangun peradaban,” pungkas rektor. (nas)
Shared:

Komentar

Tambahkan Komentar


characters left

CAPTCHA Image